Loading...

Kamis, Maret 17, 2011

Cerita Hikmah

Suatu ketika dipagi hari, seorang pemuda yang baru saja mentamatkan sekolah menengahnya berbicara dengan Ibunya. Ia mengutarakan keinginannya untuk bisa melanjutkan sekolah ke bangku perkuliahan.
"Ibu, aku kan sudah lulus, Aku pngen bgt bisa kuliah kayak teman - teman yang lain. Aku ingin terus belajar Bu", kata si anak. mendengar keinginan si anak, ibunya hanya terdiam, dan perlahan terlihat air mata menetes di pipinya.
"Nak, syukur alhamdulillah kamu telah berhasil menyelesaikan masa sekolah menengahmu. Sungguh keinginanmu untuk melanjutkan kuliah sangatlah baik, Namun kamu pun pasti tahu akan realita yang kita hadapi, Bapakmu hanyalah seorang kuli bangunan, dan itupun tak selalu mendapatkan pekerjaan, bahkan terkadang harus menganggur hingga sedemikian lamanya, dan lihat adik - adikmu yang masih kecil, Bapakmu masih harus berjuang dengan segenap tenaganya untuk membiayai sekolah adikmu dan untuk membeli susu adik kecilmu. Syukur alhamdulillah kamu bisa menyelesaikan sekolahmu, itupun karena kamu mendapatkan dana bantuan beasiswa dari pemerintah, jika tidak, mungkin saja kamu sudah sejak lama dikeluarkan dari sekolah karena tdk bisa membayar SPP..", tutur sang ibu.
"Ibu, memang benar yang Ibu katakan, tapi Aku ingin kuliah Bu!! coba lihat anak - anak diluar sana, ada yang anak seorang pemulung namun ia bisa kuliah, bukankah bangku kuliah tidak memandang anak siapakah kita Bu?? Ibu tidak usah khawatir untuk masalah biaya, Kan ada kampus yang memang gratis selama kuliahnya, lagipula diluar sana banyak sekali orang yang menawarkan beasiswa, Aku yakin pasti bisa mendapatkannya, Aku yakin pasti bisa kuliah..", tutur si Anak menegaskan tekadnya untuk bisa kuliah.
"Lantas bagaimana dengan uang saku sehari - hari mu untuk kuliah??"
"Aku akan coba kuliah sambil mencari sampingan Bu, jika nanti ada dan tidak ada uang saku aku akan tetap berangkat kuliah Bu, meskipun harus berjalan seberapapun jauhnya, dan meskipun harus menahan lapar dan dahaga. Aku ingin tetap melanjutkan pendidikan hingga ke Bangku perkuliahan. karena aku yakin Jika kita mempunyai keinginan dan tekad yang kuat, ALLah pasti akan memberikan jalan, asalkan kita tidak menyerah dan tetap berusaha. Aku hanya ingin Ibu dan Bapak merestui akan pilihan yang akan aku jalani..", tutur si anak meyakinkan Ibunya.
"Nak, jika memang sedemikian kerasnya keinginanmu, Ibu dan Bapak tentu tidak bisa melarang, karena mau bagaimanapun kamulah yang akan menjalankan hidupmu, Kamu adalah seorang anak laki - laki yang sudah dewasa, tidak selamanya kamu akan terus bersama orang tua, Kamu yang berhak menentukan masa depanmu, hanya Ibu sudah mengingatkan bahwa Ibu dan Bapak tidak sanggup membiayai kamu untuk kuliah dan jika kamu beruntung mendapatkan beasiswa, kemungkinan Ibu dan Bapakmu tidak sepenuhnya bisa memenuhi biaya uang saku harianmu untuk kuliah..Ibu dan Bapak InsyaAllah akan merestui pilihan yang kau ambil ini..", jawab sang Ibu.
"Terimakasih Ibu", tutur sang anak tersenyum bahagia dan lalu memeluk Ibunya. Mereka berduapun tenggelam dalam kehauran.

-------------------------------------------------------------------------------------

Esok adalah Hari dimana sebuah institusi Sekolah tinggi pemerintah akan mengadakan tes masuk penerimaan mahasiwa baru. Pemuda itupun turut serta dalam mengikuti tes tersebut setelah sebelumnya berhasil lolos dari seleksi tahap pendaftaran. Ia mengikuti tes dengan baik dan sangat berharap bisa lolos dan diterima menjadi mahasiswa dikampus tersebut, karena kampus itu memang membebaskan biaya kuliahnya dan langsung menyalurkan bekerja ketika telah lulus.
Hari demi hari berlalu setelah hari tes tersebut, pemuda ini tidak henti - henti dan lelahnya bermunajat kepada ALLah SWT agar dapat lolos dan diterima dikampus tersebut, hingga akhirnya tibalah waktu pengumuman hasil tes tersebut.
"Ibu, hari ini pengumuman hasil tes masuk, doakan aku agar hasilnya lolos dan diterima dikampus tersebut.", tutur si anak meminta doa kepada ibunya sebelum berangkat untuk melijat pengumuman tes.
"Ibu dan Bapak senantiasa mendoakan yang terbaik bagimu, Nak",jawab sang Ibu,kemudian si anak mencium tangan Ibunya dan berpamitan untuk segera melihat hasil tesnya.

Sesampainya dilokasi pengumuman,dengan langkah sigap dan semangat pemuda tersebut mencari papan pengumuman hasil tes tersebut, dan terlihatlah kerumunan orang yang sedang berebut untuk bisa melihat papan pengumuman tersebut. Pemuda itupun menghampiri dan dengan mengeluarkan segenap tenaganya untuk berdesak - desakkan akhirnya ia tiba didepan papan pengumuman tersebut. Dengan sangat teliti ia memeriksa papan pengumuman tersebut, namun ia sama sekali tidak dapat menemukan namanya tertera disana. Berulang kali ia memeriksa kembali papan pengumuman tersebut, namun tetap saja hasilnya nihil. pemuda itupun kemudian menyerah dan memisahkan diri dari kerumunan orang - orang yang berdesakan untuk melihat papan pengumuman tersebut. Langkahnya yang sebelumnya sigap dan semangat berubah menjadi gontai dan lemas, ia pun kemudian duduk sejenak merenungi sebuah kenyataan yang baro saja ia terima. Ia meresa pupus sudah harapannya untuk bisa kuliah, ia tidak lolos tes masuk satu - satunya kampus yang ada di negaranya yang membebaskan biaya kuliah untuk mahasiswanya. Tak lama kemudian adzan berkumandang, pemuda tersebut kemudian bergegas untuk menjemput panggilan Cinta Tuhannya. ia menunaikan sholat di mesjid yang berada dikampus tersebut. Selesai sholat ia melihat disekitarnya terdapat mahasiswa kampus tersebut yang juga melaksanakan sholat, dalam lubuk hati kecil pemuda tersebut tetap terbesit sebuah keinginan untuk bisa kuliah, ia yakin bahwa suatu saat ia pasti bisa untuk kuliah, dan kemudian ia memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu dan mengumpulkan uang selama setahun. Targetnya tahun depan harus bisa kuliah dengan uang yang dikumpulkan dari berkernja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar